diposkan pada : 16-02-2024 15:59:01 Hasil Rekapitulasi Pemilu 2024 Anggota Legislatif Kabupaten Klaten

Dilihat : 35 kali

Mayoritas masyarakat Indonesia yang belum mengetahui cara penghitungan pembagian kursi DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota pada setiap pemilu. Penghitungan alokasi kursi DPR dan DPRD pada Pemilu 2024 dilakukan dengan menggunakan metode Saint-Lague.

Metode Saint-Lague ini adalah metode menggunakan pembagi ganjil. Baca artikel ini sampai selesai untuk contoh penghitungan tabel pembagian DPR dan DPRD dengan metode Saint-Lague.

Contoh simulasi penghitungan jumlah kursi adalah sebagai berikut:

Misalnya, suatu daerah pemilihan atau daerah pemilihan mempunyai enam kursi. Berdasarkan hasil pemilu, perolehan suara masing-masing partai adalah sebagai berikut:

Partai Apel 40.000 suara
Partai Bunga 26.000 suara
Partai Ceri 20.000 suara
Partai Duku 9.000 suara
Partai Elang 7.000 suara

1. Cara menentukan kursi pertama
Perhitungan kursi pertama dengan membagi perolehan suara masing-masing partai dengan angka 1. Dari hasil pembagian tersebut, partai yang mendapat hasil terbanyak menjadi pemilik kursi pertama.

• Partai Apel: 40.000 dibagi 1 = 40.000
• Partai Bunga: 26.000 dibagi 1 = 26.000
• Partai Ceri: 20.000 dibagi 1 = 20.000
• Partai Duku: 9.000 dibagi 1 = 9.000
• Partai Elang: 7.000 dibagi 1 = 7.000

Dari pembagian ini, Partai Apel mendapat suara paling besar. Sehingga menjadi pemilik kursi pertama dengan jumlah 40.000 suara

2. Cara menentukan kursi kedua
Partai A sudah mendapatkan kursi pertama pada pembagian angka 1. Sehingga perhitungan kursi berikutnya menggunakan pembagian angka 3.

Kemudian, Partai Bunga, Ceri, Duku, dan Elang tetap menggunakan pembagi angka 1. Ini contohnya:

• Partai Apel: 40.000 dibagi 3 = 13.333
• Partai Bunga: 26.000 dibagi 1 = 26.000
• Partai Ceri: 20.000 dibagi 1 = 20.000
• Partai Duku: 9.000 dibagi 1 = 9.000
• Partai Elang: 7.000 dibagi 1 = 7.000

Dari pembagian itu, Partai Bunga mendapat jatah kursi kedua. Yakni, dengan perolehan 26.000 suara.

3. Cara menentukan kursi ketiga
Partai Apel dan Bunga telah memperoleh masing-masing satu kursi. Sehingga, menentukan kursi ketiga menggunakan angka pembagi 3. Partai Ceri, Duku, dan Elang yang belum mendapatkan kursi.

Perolehan suaranya tetap dibagi dengan angka 1. Ini contoh penghitungannya:

• Partai Apel: 40.000 dibagi 3 = 13.333
• Partai Bunga: 26.000 dibagi 3 = 8.666
• Partai Ceri: 20.000 dibagi 1 = 20.000
• Partai Duku: 9.000 dibagi 1 = 9.000
• Partai Elang: 7.000 dibagi 1 = 7.000

Dari hasil pembagian ini, Partai Ceri menjadi pemilik kursi ketiga. Yakni, dengan perolehan 20.000 suara.

4. Cara menentukan kursi keempat
Partai Apel, Bunga, dan Ceri telah memperoleh masing-masing 1 kursi. Sehingga, menentukan kursi keempat menggunakan angka pembagi 3.

Partai Duku dan Elang yang belum mendapatkan kursi, perolehan suaranya tetap dibagi dengan angka 1. Ini contoh penghitungannya:

• Partai Apel: 40.000 dibagi 3 = 13.333
• Partai Bunga: 26.000 dibagi 3 = 8.666
• Partai Ceri: 20.000 dibagi 3 = 6.000
• Partai Duku: 9.000 dibagi 1 = 9.000
• Partai Elang: 7.000 dibagi 1 = 7.000

Dari hasil perhitungan ini, partai Apel memperoleh angka terbesar dengan 13.333 suara. Sehingga, berhak atas kursi keempat.

5. Cara menentukan kursi kelima
Partai Apel sudah mendapatkan dua kursi yakni kursi pertama dan kursi keempat. Pada perhitungan penentuan pemilik kursi kelima, Perolehan suara Partai Apel akan dibagi 5.

Perolehan suara Partai Bunga dan Ceri akan dibagi dengan angka 3. Sedangkan Partai Duku dan Elang tetap dibagi dengan angka 1.

• Partai Apel: 40.000 dibagi 5 = 8.000
• Partai Bunga: 26.000 dibagi 3 = 8.666
• Partai Ceri: 20.000 dibagi 3 = 6.000
• Partai Duku: 9.000 dibagi 1 = 9.000
• Partai Elang: 7.000 dibagi 1 = 7.000

Dari hasil perhitungan ini, Partai Duku berhak atas jatah kursi kelima. Yaitu, dengan 9.000 suara.

6. Cara menentukan kursi keenam
Perolehan suara partai Apel tetap dibagi dengan angka 5. Sedangkan, Partai Bunga, Ceri, dan Duku dibagi dengan angka 3, dan Partai Elang tetap dengan angka 1.

• Partai Apel: 40.000 dibagi 5 = 8.000
• Partai Bunga: 26.000 dibagi 3 = 8.666
• Partai Ceri: 20.000 dibagi 3 = 6.000
• Partai Duku: 9.000 dibagi 3 = 3.000
• Partai Elang: 7.000 dibagi 1 = 7.000

Dari hasil perhitungan ini, Partai Bunga berhak atas jatah kursi keenam. Yaitu, dengan 8.666 suara.

Dari hasil perhitungan tersebut, komposisi perolehan kursi dari daerah pemilihan dengan jatah enam kursi. Yakni, Partai Apel memperoleh 2 kursi, Partai Bunga 2 kursi, Partai Ceri 1 kursi, partai Duku 1 kursi. 

Bagaimana, calon legislatif pilihanmu kira-kira dapat kursi tidak?